Minggu, 06 Mei 2012

Cerita Iseng Awal Kegilaan Masa Remaja Gua


#1
Wew gak gua sangka ternyata hari ini hari pertama gua di SMK, maklum gua gak masuk SMA, Swata pula , tapi gak papa lah,
ini dimulai di suatu pagi saat gua mau brangkat ujian sma, pagi itu nyokap bangunin gua dengan sangat berbeda, ditengah gua lagi mimpi indah nan bahagia, dikejer kejer YUI, tiba tiba nyokap dateng bawa hanger jemuran terus nyabet pantat gua, dan akhirnya bangun dah gua, gua langsung mandi, siap siap trus brangkat dah ke SMA untk ikut ujian,
Sampe disana gua ketemu tmen lama gua “LEKMAN” (nama disamarkan) gak nyangka gua dia daftar disini juga, terakhir gua ketemu dia lagi ngobrol sama nenek nenek ngomongin nasib bangsa, udah kaya poliTIKUS aja. hal aneh langsung terjadi pas gua ketemu dia, pas dia ngeliat gua, dia langsung lari ke arah gua, gua kira dia itu lutung yg lagi dikejer pemburu, kaget lah gua, dia bilang hai ke gua, terus gua jawab “siapakah anda” tanpa basa basi tu anak langsung jitak pala gua, wah, masih pagi dah apes
Ujian masuk sma pun dimulai, ya gua emang anak yang  gak terlalu bodoh sih, jadi dengan mudah gua jawab soal-soal itu dengan salah, alhasil gua planga-plongo pas ujian , gua panggil lekman, dia nengok, wih pas gua panggil kayak di film-film tau, giginya bersinar terang, gua kesilauan, gua teriak matiin lampu spotnya, sontak gua diplototin sama pengawas, dan akhirnya gagal usaha gua untuk dapet garem dari lekman
Selesai ujian gua bilang ke dia , oy gua nebeng balik ya (gua lagi males bawa kendaraan sendiri) dan respon dia “yaudah,lo nempel aja diknalpot, soalnya gua boncengan sama Devi”. Sialan itu kata penolakan yang paling menyiksa
Nyesek dah..........
Tiga hari berselang tibalah Saat pengumuman,bangun tidur gua langsung nyari koran pengen liat pengumuman penerimaan siswa baru, gua udah PD setengah wafat  seketika gau liat koran, gua langsung kayak kucing kecebur got, PASRAH. Nama gua gak ada depresi dikit gua, nyanyi nyanyi gak jelas sampe diketok panci sama nyokap,  siangnya nyokap nyari sekolah swasta dan akhirnya gua masuk SMK. Wew
Sepanjang hari gua kena oceh dah sama nyokap, denger nyokap ngoceh gak laen halnya sama dengerin giant nyanyi, yg kalo kita gak suka dia bakal murka. Hal yg sekecil mungkin pun gak luput dari ocehan nyokap ke gua udah dah nyerah gua
Tibalah hari Mos petama, persiapan mos gak salah salah sekolah kasih, gilak dah ini mau mos apa ngejampe orang dah, mulai bawa bawang, pake tas karung, kalungan gula merah, baju bodoh, dan topi sombrero eh salah topi osis :p
Hari mos pertama pun dimulai wih ada polisi ikut ngemos siswa baru. Pertama kali gua liat kepsek, pertama kali pula gua ketawa di situ. Gimana enggak coba bayangin, gayanya modis, behelan, anting gede, rambut dicat. Ini kepsek apa Ayu Ting-Ting.
Upaca pembukaan dimulai, gua liatin para ketua pleton kaya centeng semua. Tampang lemes sok tegas, letek pula, coba geh tinggal tambahin senter sama sarung terus keliling sambil teriak Vila Vila. Mirip banget dahh. Beberapa siswa udah pada mulai tumbang, bukan karna panas atau belom sarapan, tapi karana dengerin ocehan kepsek yg kelewat panjang. Ngelebih-lebihin panjang jalur pantura.

To be Continued.................. :p



Bullet For My Valentine

Bullet For My Valentine


Bullet For My Valentine (disingkat jadi BFMV, B4MV, atau Bullet) adalah grup musik heavy metal yang berasal dari Bridgend, Wales. Grup ini dibentuk pada tahun 1998 oleh 5 mahasiswa di sebuah studio musik di kampus mereka, Brigend College. Nama awal band mereka adalah Jeff Killed John. Mereka mengawali karir di dunia musik dengan memainkan musik Nirvana dan Metallica, kemudian pada sekitar tahun 2002 merilis singel You/Play With Me. Mereka mendapat dukungan dari Greg Haver, seorang produser perusahaan rekaman.

Hingga saat ini, Bullet For My Valentine, yang beranggotakan Matthew “Matt” Tuck (vocals, guitars), Michael “Padge” Paget (guitars), Michael “Moose” Thomas (drums), Jason “Jay” James (bass) telah merilis 5 album. Tepatnya 2 EP, “Bullet For My Valentine” (2004) & “Hand of Blood” (2005) dan 2 full album, “The Poison” (akhir 2005) & “Scream Aim Fire” (2008), "Fever" (2010).
BFMV tampil di panggung pertama kali di Februari 2004, dimana penampilan mereka membuat beberapa label ingin merekrutnya termasuk diantaranya Roadrunner label. Pada akhirnya mereka lebih memilih berada di bawah naungan Sony, dengan lisensi Visible Noise.

Bahkan untuk sekelas band baru dengan musik metalcore yang terdengar berbeda, Bullet For My Valentine meraih prestasi yang cukup baik, Mereka memainkan banyak lagu dengan lirik yg diberi sedikit sentuhan cinta namun dengan sentuhan music Metal Core yg nge-beat menjadikan lagu lagu mereka begitu sangat berbeda dengan lagu lain. Produksi EP self-titled mereka “Bullet for My Valentine” cukup sukses mendapat tanggapan di Inggris. Begitu juga dengan EP kedua mereka, “Hand of Blood”. Respon sangat baik terlihat ketika debut full album mereka dirilis akhir tahun 2005. Mereka pun mulai diperhitungkan di kancah musik metal dunia. Demikian juga dengan album baru mereka, “Scream Aim Fire” yang rilis di Indonesia bulan April 2008 lalu. Influence bermusik mereka dari band-band seperti Metallica, Pantera, Iron Maiden, Machine Head, Megadeth semakin memperjelas Dari nu-metal kini lebih mengarah ke old school thrash metal.



AMD C-50



Apa itu AMD C-50?
Prosesor AMD yang digunakan pada Aspire One 522 adalah salah satu prosesor Fusion pertama dari AMD, C-50. Prosesor Fusion ini ada hasil penggabungan dari prosesor dan VGA. Ya, AMD C-50 adalah gabungan dari sebuah prosesor AMD dual-core dengan sebuah VGA AMD (Radeon HD 6250). AMD menyebut hasil gabungan CPU dan VGA ini sebagai APU (Accelerated Processor Unit).

AMD C-50 adalah APU yang dirancang untuk netbook dan bahkan tablet. APU ini memiliki 2 core yang berkecepatan 1 GHz. Jangan salah sangka. Meski hanya 1 GHz, C-50 ini memiliki sistem kerja seperti prosesor modern. C-50 menggunakan metode eksekusi out-of-order, dimana perintah dapat dikerjakan berdasarkan prioritas dan urutan yang paling tepat untuk memastikan proses berjalan secepat mungkin. Hal ini sangat berbeda dibandingkan Atom yang menggunakan metode in-order, dimana semua perintah akan dikerjakan secara berurutan, tergantung perintah mana yang lebih dahulu diberikan. Dalam kondisi multi-tasking, seharusnya C-50 mampu menawarkan kecepatan yang lebih baik.

Aspire One 522: Jagoan Multimedia HD
Hal apa yang dirasakan kurang pada netbook Atom? Yang paling nyata adalah ketidakmampuannya menjalankan video Full HD dengan baik. Beberapa jenis video tidak dapat berjalan dengan mulus pada prosesor Atom, bahkan yang memiliki dual-core (N550) sekalipun. Oleh sebab itu, Acer Aspire One 522 hadir sebagai netbook berkemampuan multimedia tinggi.
Tersedianya port HDMI dan layar dengan resolusi HD (1280×720) adalah indikasinya. Acer Aspire One 522 menjanjikan kemampuan memutar video full HD (1080p) dalam format apapun. Kemampuan grafisnya ini juga menjanjikan beberapa keunggulan apabila Anda menggunakan software yang mampu memanfaatkan sistem grafis untuk meningkatkan kinerja. Sebagai contoh, Windows 7 akan berjalan lebih baik, karena dari sisi tampilannya, Windows 7 sudah dirancang untuk memanfaatkan kemampuan grafis, bukan hanya prosesor.

Performa (SYSmark 2007)
Sebagai wakil dari segala pengujian kinerja yang dianggap valid oleh beragam institusi IT dan para produsen, kami menggunakan SYSmark 2007 sebagai acuan. Program ini adalah perpaduan dari berbagai software yang umum digunakan seperti Microsoft Office dan beragam program produk Adobe.

Berdasarkan hasil pengujian ini, prosesor AMD C-50 membantu Acer Aspire One 522 ini memperoleh performa di atas Atom N550 (Dual Core). Tentu saja, AMD C-50 memiliki performa masih di bawah AMD E-350 (Acer Aspire 4253). Berikut adalah perbedaan performa lebih detail (terhadap netbook dengan Atom Dual Core).
Ternyata, meski Atom Dual Core memiliki 2 core dan 4 thread, netbook dengan prosesor ini masih jauh tertinggal dalam segala aspek pengujian, jika dibandingkan dengan AMD C-50.

Kemampuan VGA (3DMark 06)
Program tes ini bisa ditemukan online (www.futuremark.com). 3DMark 2006 adalah acuan umum yang universal untuk pengujian VGA. Versi ini adalah yang umum digunakan untuk VGA entry-level.

Hasil yang cukup mengejutkan, bukan? Ternyata, kemampuan VGA pada netbook Aspire One 522 ini mampu mengalahkan Pentium Dual Core P6000 (Intel HD) dan Pentium Dual Core T4500 (4500MHD). Meski masih tertinggal dari “kakaknya”, AMD E-350, APU AMD C-50 pada Aspire One 522 ini jelas memiliki tenaga untuk menjalankan beragam aplikasi multimedia yang berhubungan dengan video. Akan tetapi, dengan nilai yang diperolehnya, game yang bisa dimainkan memang terbatas pada game flash dan game 3D lawas yang ringan. AMD Radeon HD 6250 pada netbook ini memang tidak dirancang untuk memainkan game 3D yang berat.

Memutar Video Full HD (1080p)



Memutar video High Definition (HD) adalah hal yang susah dilakukan netbook. Menjalankan video 1080p (Full HD) adalah hal yang mustahil. Bahkan, beberapa notebook murah pun mengalami kesulitan menjalankan video Full HD. Bagaimana dengan Acer Aspire One 522?
Acer Aspire One 522 tidak mengalami masalah sama sekali dalam menjalankan video Full HD dalam format apapun. Selama player Anda bisa memanfaatkan VGA yang tersedia (DXVA), Anda bisa memutar film apapun yang tersedia di pasaran saat ini tanpa masalah yang berarti.
Jika Anda memiliki bandwidth Internet cukup baik, Acer Aspire One 522 ini bahkan mengizinkan Anda untuk melakukan streaming video Full HD (1080p) melalui Youtube dengan lancar.

Pengujian daya tahan baterai dengan Mobilemark 2007
Benchmark Suite ini merupakan perpaduan yang serupa dengan SYSmark 2007. Hanya saja, software ini sudah diatur sedemikian rupa untuk melakukan simulasi pekerjaan sehari-hari secara terus-menerus hingga baterai terkuras habis.
Dari hasil pengujian, ditemukan bahwa Acer Aspire One 522 mampu bertahan hidup hingga 375 menit atau sekitar 6 jam 15 menit. Tidak banyak netbook dan notebook yang mampu bersaing dengannya. Perlu diingat, notebook atau netbook yang mengklaim mampu hidup 4 jam, biasanya hanya bertahan 2,5 – 3 jam pada pengujian ini.

Sangat Terjangkau, Bertenaga, dan Murah: Pas untuk Semua
Acer Aspire One 522 ini dijual dengan harga ekstra murah, Rp 2.599.000. Ini membuatnya berada di tengah-tengah rentang harga netbook (2juta s/d 3juta). Beragam kelebihannya membuat Acer Aspire One 522 ini terasa amat murah, bukan? Sangat susah mencari notebook atau netbook baru dengan harga di bawah 3 juta rupiah yang sanggup menjalankan video full HD (1080p) dengan daya tahan baterai 6 jam lebih. Belum lagi, netbook ini memiliki resolusi layar ekstra tinggi. Hanya segelintir netbook yang memiliki layar beresolusi tinggi seperti Acer Aspire One 522 (1280×720).


Pelajar dan Mahasiswa akan sangat menghargai harganya yang ekstra terjangkau. Anda bisa mencatat di kelas tanpa takut kehabisan baterai. Sementara itu, performanya pun masih berada di atas Intel Atom terkencang saat ini.
Sebagai PC kedua, Acer Aspire One 522 adalah pilihan yang sangat mantap. Harganya cukup murah, dan Anda tidak akan tersiksa dengan lambannya sistem grafis serta navigasi Windows pun terasa ringan. Anda bisa meninggalkan notebook besar atau PC desktop di rumah atau kantor saja. Andalkan Acer Aspire One 522 untuk presentasi dan saat sedang berinternet ria di Mall atau cafe. Bobot totalnya (dengan charger) yang sangat ringan membuatnya menjadi pilihan yang tepat untuk dibaa-bawa.
Sebagai PC utama, netbook mungkin bukan pilihan yang tepat. Akan tetapi, Acer Aspire One 522 bisa menjadi alternatif terbaik yang sangat terjangkau. Harganya yang murah dan performa di atas netbook membuatnya pantas dipilih, apabila dana Anda terbatas

(Sumber : Google)

Gua gak tau


Gua gak tau apa dan gimana aacara memperindah blog ini kelak dikarenakan gua belom pengalaman, ini bermula di awal keisengan gua dan berakhir hingga lahir lah BLOG yg gak jelas ini gua gak tau blog ini untuk nge-share apa nantinya, jiah kacau dah

Jika ada yg tau gimana cara make blog tolong bantu hamba Allah yg satu ini karena saya gak ngerti
#Sumpah dah

Sekian :)